Show Mobile Navigation

Senin, 07 Mei 2012

membuat ransum ternak sapi

Bagus L.O.G - 03.55
PAKAN TAMBAHAN (KONSENTRAT)

            Penambahan konsentrat pada sapi bertujuan untuk meningkatkan nilai pakan dan menambah energi. Tingginya pemberian pakan berenergi menyebabkan peningkatan konsumsi dan daya cerna dari rumput atau hijauan kualitas rendah. Selain itu penembehan konsentrat tertentu dapat menghasilkan asam amino essensial yang dibutuhkan oleh tubuh. Penambahan konsentrat tertentu dapat juga bertujuan agar zat makanan dapat langsung diserap di usus tanpa terfermentasi di rumen, mengingat fermentasi rumen membutuhkan energi lebih banyak.
            Berdasarkan kandungan gizinya, konsentrat dibagi dua golongan yaitu konsentrat sebagai sumber energi dan sebagai sumber protein. Konsentrat sebagai sumber protein apabila kandungan protein lebih dari 18%, Total Digestible Nutrision (TDN) 60%. Ada konsentrat yang berasal dari hewan dan tumbuhan. Berasal dari hewan mengandung protein lebih dari 47%. Mineral Ca lebih dari 1% dan P lebih dari 1,5% serta kandungan serat kasar dibawah 2,5%. Contohnya : tepung ikan, tepung susu, tepung daging, tepung darah, tepung bulu dan tepung cacing. Berasal dari tumbuhan, kandungan proteinnya dibawah 47%, mineral Ca dibawah 1% dan P dibawah 1,5% serat kasar lebih dari 2,5%. Contohnya : tepung kedelai, tepung biji kapuk, tepung bunga matahari, bungkil wijen, bungkil kedelai, bungkil kelapa, bungkil kelapa sawit dll. Konsentrat sebagai sumber energi apabila kandungan protein dibawah 18%, TDN 60% dan serat kasarnya lebih dari 10%. Contohnya : dedak, jagung, empok, polar dll.

Program Pemberian Pakan Ternak Sapi
            Pemberian pakan ternak disesuaikan dengan umur, berat badan dan produksinya. Umumnya pada masa pertumbuhan dan produksi membutuhkan protein dan energi lebih banyak dibanding masa lainnya. Sapi yang sedang berproduksi disediakan pakan berdasarkan berat badan, produksi susu dan kandungan lemak susu.
            Pada anak sapi kolostrum atau susu induk diberikan mulai umur 2 hari sampai dengan 3,5 bulan. Pemberian kolostrum mulai umur 2 hari sampai 4 minggu ditambah sedikit demi sedikit, kemudian setelah 4 minggu dikurangi sedikit demi sedikit, sedangkan hijauan diberikan sejak umur 2 minggu dengan cara sedikit demi sedikit ditambah. Supaya tidak terjadi kekurangan mineral Mg maka mulai umur 2 minggu sudah diberikan hijauan dan umur 4 minggu ditambahkan konsentrat.

Tabel : Program Pemberian Pakan pada Pedet
Anak Sapi
Kolostrum (l)
Rumput Segar (Kg)
Konsentrat (Kg/hari)

2-4 hari
4-7 hari
2 minggu
3 minggu
4 minggu
1,5 bulan
2 bulan
2,5 bulan
3 bulan
3,5 bulan

2-3
4
5
6
6
4-5
3-5
2-3
2
1
-
-
0,1
0,2
0,3
0,4
0,5
0,6
0,8
1
-
-
-
-
0,25
0,50
0,75
0,90
1
1
            Setelah umur 3,5 bulan, pemberian hijauan berkisar 10% dari berat badan dan konsentrat sebanyak 1% dari berat badan sapi.
            Konsentrat yang baik apabila terdiri dari bermacam macam bahan pakan supaya mendapatkan asam amino yang lengkap. Untuk pembuatan konsentrat harus diperhatikan bahan pakan yang digunakan sebagai penyusun ransum, baik dalam cara penyediaan maupun kandungan gizinya. Perlu diperhatikan pada pemberian jagung  harus diimbangi dengan pemberian bahan yang berasal  dari kedelai, pada pemberian bahan  yang berasal dari kedelai sebaiknya dimasak terlebih dahulu,karena kedelai mengandung zat anti tripsin yang rusak bila kena panas. Konsentrat  pada sapi diberikan sesuai dengan tipenya. Sapi perah yang berproduksi  tinggi yang kadar lemak yang diinginkan tinggi maka membutuhkan protein tertinggi. Sedangkan protein sangat sedikit dibutuhkan pada sapi yang sedang masa kering. Program perhitungan pakan pada sapi biasanya dihitung berdasarkan bahan kering.
CONTOH: PEMBUATAN KONSENTRAT PEDET YANG MASIH DIBERI KOLOSTRUM

BERAT BADAN (Kg)
PRODUKSI SUSU
 (l)
LEMAK SUSU (%)
KEBUTUHAN UNTUK SAPI
PROTEIN (Gr)
ME(M. Kal)
TDN
(Kg)
350
10
3
1111
21,46
16,82

15

1496
26,81
18,23

20

1881
32,16
19,64

25

2266
37,51
21,05
400
10
3
1143
22,6
17,82

15

1528
27,95
19,23

20

1913
33,33
20,64

25

2298
38,65
22,05



1        bagian Bungkil kedelai
2        bagian bekatul/ Kacang hijau
          Digiling halus
1        bagian kacang tanah
2           bagian jagung


Tabel kebutuhan Zat zat gizi Untuk Hidup pokok dan produksi sapi perah
BERAT BADAN
UNTUK HIDUP POKOK
KADAR LEMAK SUSU
UNTUK PRODUKSI 1 KG SUSU
PROTEIN (Gr)
ME
(M. Kal)
TDN (Kg)
LEMAK SUSU (%)
PROTEIN (Gr)
ME
(M.Kal)
TDN (Kg)
350
341
10,76
14
2,5
72
0,99
0,260
400
373
11,90
15
3,0
77
1,07
0,282
450
403
12,99
17
3,5
82
1,16
0,304
500
432
14,06
18
4,0
87
1,24
0,326
550
461
15,11
20
4,5
92
1,31
0,344
600
489
16,12
21
5,0
98
1,39
0,369

Perhitungan Kebutuhan protein dan energi berdasarkan Berat badan sapi dan produksi susu serta kandungan lemak susu berdasarkan tabel:
Misalnya Bert badan sapi 350 Kg,produksi susu 10 liter dengan kandungan lemak 3% maka:
            Kebutuhan protein : 341 + (10X77) =1111 gram
            Kebutuhan ME      : 10,76 + (10X1,07) =21,46 M Kal
            Kebutuhan TDN    : 14 + (10 X 0,282) =18,82 Kg

Tabel :  Kebutuhan Protein dan Energi pada Sapi perah Berdasarkan BeratBadan, Produksi dan kandungan lemak susu  

            Pembuatan ransum sapi perah untuk memenuhi kebutuhan protein berdasarkan metode bujur sangkar latin.
Contoh : Sapi dengan berat badan 350 Kg berproduksi 15l/hari dengan kadar lemak 3,5%. Sapi diberi pakan hijauan rumput 20 Kg dan gamal 8 Kg, konsentrat kandungan protein 16% yang terdiri bungkil kelapa dan dedak. Kandungan protein rumput 1,6% dengan BK 21% sedangkan gamal dengan kandungan protein 25,2% dan BK 13,1%. Dedak mengandung protein 13% dengan BK 85,7%, bungkil kelapa mengandung protein 21,2%  dan BK b7,9%. Berapa bungkil kelapa dan dedak yang harus diberikan ?
Perhitungan :
 
Berdasarkan tabel maka kebutuhan protein untuk sapi tersbt =341+(15x82) = 1571 gram.
Protein dari rumput                             =  20x21/100x9,6/100x1 kg =  0,0672 Kg.
                                      Gamal            =  10x13,1/100x25,2/100x1 kg  =  0,33 Kg
Kekurangan protein dan gamal                        =  0,0673 kg + 0,33 kg  =  0,397 Kg        397 Gr
Kekurangan Protein =  1571 – 397  =  1174 Gram yang harus dipenuhi oleh konsentrat. Dari 841 maka konsentrat (16%) yang diberikan semisal Y gram maka = 16/100Y= 1174 jadi Y= 1174 00/16 = 7337,5 gram.
Protein dari dedak padi = 85,7/100x13 = 11,1%.
Protein dari Bungkil Kelapa = 87,9/100x21,2 = 18,6%.

dedak padi            11,1         2,6     
                                      16
bungkil kelapa       18,6         4,6
                                        ---------
                                            7,5

PEMBUATAN  RANSUM SAPI BERDASARKAN METODE PERSAMAAN
SAPI POTONG
Sapi dengan berat badan 300 Kg ingin dinaikkan berat badannya 1,3 kg/hari.
Langkah pertama lihat tabel kebutuhan, ternyata sapi tersebut membutuhkan : BK 1,1 Kg ; Total protein 0,89 kg. ME 21,60 Mcal, Calsium 0,029 kg; Fosfor 0,023 kg, Carotin 40 mg.
Langkah kedua menentukan berapa rumput/hay yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan Bahan Kering, dengan cara menghitung. Pada ransum ini digunakan hay dengan bahan kering 90%. Jadi hay yang digunakan 1,1/90x100 = 2,2 kg.
Langkah berikutnya menentukan berapa Total Protein (TP), Energi (ME), Ca, P dan Carotin dari Hay sebanyak 1,22 kg, yang sebelumnya dilihat di tabel komposisi nutrisi bahwa hay mengandung total protein 5,4%, ME 1,77 Mcal/kg, Ca 0,39%, P 0,18% dan Carotin 95 mg?kg. Setalah dihitung ternya dari 1,22 kg hay diperoleh : TP = 5,4/100x1,22 kg = 0,066 kg, ME = 1,77x1,22 kg = 2,16 kg, Ca = 0,39/100x1,22 kg = 0,005 kg; P = 0,18/100x1,22 kg = 0,002 kg dan Carotin 95 mg/kgx1,22 kg = 115,9 mg. Kekurangan ME = 19,44 Mcal dapat dipenuhi dari jagung yang mempunyai kandungan ME 3,03 Mcal/kg  jagung yang digunakan sebanyak = 19,44 Mcal/3,03 Mcal/kg = 6,42 kg. Kekuranganya dipenuhi oleh jagung (X kg) dan B. Kedelai (Y kg). Langkah berikutnya dibuat persamaan untuk memenuhi ME dan TP.

 
ME ---------- 3,03X + 2,94Y = 19,44 (x 0,096) --- 0,290X + 0,282Y   = 1,866
TP ----------- 0,096X +0,446Y = 0,764 (x 3,03) --- 0,290X + 1,351Y = 2,315
                                                                                      --------------------------------
                                                                                                1,069 Y = 0,449
                                                                                     Y = 0,42 kg
=  3,03X + 2,94 (0,42) = 19,44
    3,03X + 1,235 = 19,44
    3,03X = 19,44 – 1,235
           X = 18,205/3,03
                                X = 6,01 kg          



TP
ME
Ca
P
Carotin

Hay (tabel)
5,4 %
1,77 Mcal/kg
0,30 %
0,18 %
95 mg/kg

Jagung (tabel)
9,6 %
3,03 Mcal/kg
0,03 %
0,26 %
2,0 mg/kg

Bungkil Kedelai
44,6 %
2,94 Mcal/kg
0,3 %
0,62 %
0
Kebutuhan Sapi

0,83 kg
21,6 Mcal
10,029 kg
0,023 kg
40 mg

1,22 kg Hay
0,066 kg
2,16 Mcal
0,005 kg
0,0023 kg
115,9 mg
Kekurangan

0,764 kg
19,44 Mcal
0,024 kg
0,002 kg
0,0

6,01 kg Jagung
0,577 kg
18,21 Mcal
0,002 kg
0,021 kg
12

0,42 kg B.Kedelai
0,187 kg
1,23 Mcal
0,001 kg
0,061 kg
0

0,011 kg Delf fosfat
-
-
0,004 kg
0,003 kg
0

0,05 kg limestone
-
-
0,017 kg
-
-


0,83
21,6
0,029
0,023
127,9
Persentasi Kebutuhan

100%
100%
100%
100%
319,8 %

 



0 komentar :

Posting Komentar

Kritik & saran yang membangun.